LAPORAN OBSERVASI PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA di SMAN 1 PADEMAWU PAMEKASAN
(Tugas Matakuliah Pengelolaan Laboratorium)
Dosen Pengampu: Suprianto,
S.Pd, M.Si
Oleh:
ELOK
FAIQATUL HIMMAH (2013.05.0.0041)
SAHLATUL
JANNAH (2013.05.0.0005)
JUHAIRIYAH
(2013.05.0.0014)
MURTIANA
SARI (2013.05.0.0042)
MOH.
TAUFIK (2013.05.0.0058)
PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM MADURA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah, penulis
panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya.
Berkat rahmat dan petunjuk-Nya, penulis dapat menyelesaikan LAPORAN OBSERVASI
PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA DI SMAN 1 PADEMAWU ini.
Shalawat
dan salam, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para keluarga,
sahabat dan para pengikutnya yang telah membawa petunjuk kebenaran, untuk
seluruh umat manusia, yang kita harapkan syafaatnya di akhirat kelak.
Terwujudnya laporan ini tidak lepas
dari bantuan berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik
tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Suprianto
M.Si., selaku dosen pembimbing mata kuliyah teknik laboraturium
2. Bapak Drs. H.
Mohammad Taufiqurrahman Amin, selaku Kepala sekolah SMAN 1 Pademawu
3. Bapak Moh Zainollah, S.Pd, Bapak Rachmad Zainal S.Pd, dan
Ibu Dra. Siti Fatimah, selaku pembimbing observasi.
4. Teman-teman kelompok
yang sudah bekerjasama dalam kegiatan ini
Semoga segala bantuan yang tidak
ternilai harganya ini mendapat imbalan di sisi Allah SWT sebagai amal ibadah, Amin
Yaa Rabbal ‘Alamiin
Penulis menyadari bahwa laporan ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik saran yang membangun dari
berbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan-perbaikan ke depan.
Pamekasan, 02
Desember 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Sampul.................................................................................................. !
KATA
PENGANTAR....................................................................................... !!
DAFTAR
ISI.................................................................................................... !!!
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang
Kegiatan......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 2
1.3 Tujuan Kegiatan...................................................................................... 2
1.4 Manfaat
Observasi.................................................................................. 2
BAB
II TINJAUN PUSTAKA.......................................................................... 3
BAB
III PROFIL SEKOLAH........................................................................... 6
3.1
Visi, Misi dan Tujuan Sekolah............................................................ 16
3.2
Keadaan Guru, Karyawan, dan Siswa................................................ 17
3.3
Keadaan Sarana dan Prasarana........................................................... 19
BAB
IV METOLODOLOGI PENELITIAN.................................................. 22
4.1
Setting Observasi................................................................................ 23
4.2
Subjek Observasi................................................................................. 23
4.3
Sumber Data....................................................................................... 23
4.4
Teknik dan Alat pengumpulan Data................................................... 23
BAB
V HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN............................ 25
5.1
Hasil Pengamatan................................................................................ 25
5.2
Pembahasan......................................................................................... 39
BAB
VI PENUTUP......................................................................................... 47
6.1
Kesimpulan......................................................................................... 47
6.2
Saran................................................................................................... 47
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................... !!!!
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Kegiatan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan
tujuan mulia tersebut, sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan pun
memiliki peranan yang sangat besar untuk keberhasilan suatu pendidikan.
Mulai dari peran guru, lingkungan belajar sampai pada ketersediaan fasilitas
belajar mengajar. Salah satu fasilitas dalam proses belajar mengajar yang
tidak boleh dikesampingkan adalah Laboratorium. Diharapkan
laboratorium yang tersedia merupakan tempat latihan yang memiliki kesamaan
operasional dan peralatan dengan yang akan digunakan didalam tempat kerjanya
kelak.
Dikemukakan pada PP
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa
Laboratorium dan jenis peralatannya merupakan sarana dan prasana penting untuk
penunjang proses pembelajaran di sekolah. Apalagi dengan
diberlakukannya Kurikulum 2013, siswa tidak hanya dituntut untuk membuktikan
tetapi dituntut pula untuk dapat menemukan suatu konsep.
Laboratorium
merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan
bagi siswa. Untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas, laboratorium harus
dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap
apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang oleh
manajemen yang baik. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium
perlu dikelola secara baik untuk kelancaran proses belajar mengajar.
Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah laboratorium
di SMAN 1 PADEMAWU sudah sesuai dengan kriteria laboratorium ideal, maka
dilakukan observasi ini.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya adalah:
1.
Apakah laboratorium IPA SMAN 1
PADEMAWU digunakan secara optimal?
2.
Apakah kendala-kendala yang dihadapi
untuk mengadakan praktikum di laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU?
3.
Bagaimana desain tata ruang dan
pengolahan laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU?
1.3 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan
observasi ini adalah:
1.
Untuk mengetahui apakah laboratorium
IPA SMAN 1 PADEMAWU di gunakan secara optimal.
2.
Untuk mengetahui kendala kendala
yang dihadapi saat mengadakan praktikum di laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU.
3.
Untuk mengetahui desain tata ruang
dan pengolahan laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Penanganan dan
Penataan Laboratorium atau yang lebih
umum dikenal dengan manajemen laboratorium (Laboratory
Management) adalah usaha untuk mengelola semua perangkat Laboratorium.
Bagaimana suatu Laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh
beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa
alat-alat lab yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu
dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen
Laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen lab adalah suatu bahagian
yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan Laboratorium. Suatu manajemen lab
yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan
fasilitas .yang efektif, efisien, disiplin, dan administrasi lab yang baik
pula.
Manajemen
Laboratorium, dalam hal ini manajemen mutu, harus didesain untuk selalu
memperbaiki efektifitas dan efisiensi kerjanya, disamping harus
mempertimbangkan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan manajemennya adalah sumber daya manusia, sarana dan
prasarana dan penggunaan laboratorium.
Menurut
Wirjosoemarto dkk (2004) laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan
berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam melakukan
aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan fasilitas
khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua
pemakai Laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks),
aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair,
contohnya meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari
alat, lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam
kebakaran dan lain-lain.
Menurut
Wicahyono (2003:30), untuk menentukan apakah suatu ruangan itu cocok atau tidak
untuk dijadikan laboratorium, kita perlu memperhatikan beberapa hal seperti
arah angin, dan arah datangnya cahaya. Apabila memungkinkan, ruangan
Laboratorium sebaiknya terpisah dari bangunan ruangan kelas. Hal ini perlu
untuk menghindari terganggunya proses belajar mengajar di kelas yang dekat
dengan laboratorium akibat dari kegiatan yang berlangsung di laboratorium, baik
suara atau bau yang ditimbulkan.
Selama ini pengelolaan laboratorium sekolah belum
dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Bahkan terkesan ruang laboratorium yang
dibangun tidak berfungsi. Tidak sedikit ruangan yang dibangun bagi kegaiatan
laboratorium sekolah ada yang berubah fungsi. Tentu saja hal tersebut sangat
disayangkan dan merugikan.
Banyak
faktor-faktor yang menyebabkan bergesernya laboratorium sebagai tempat untuk
mengamati, menemukan, dan memecahkan suatu masalah manjadi ruang kelas ataupun
gudang, antara lain :
a. Kurangnya kemampuan dalam mengelola
laboratorium sekolah.
b. Kurangnya pemahaman terhadap makna
dan fungsi laboratorium sekolah serta implikasinya bagi pengembangan dan
perbaikan sistem pembelajaran IPA. Ironisnya keberadaan laboratorium sekolah
dianggap membebani sehingga jarang dimanfaatkan sebagai mana mestinya.
c. Terbatasnya kemampuan guru dalam
penguasaan mata pelajaran.
d. Belum meratanya pengadaan dan
penyebaran alat peraga Kit IPA sehingga menyulitkan bagi pusat kegiatan guru
untuk menjalankan fungsi pembinaannya kepada para guru (Emha, 2002).
Berdasarkan hasil pemantauan
Direktorat Pendidikan Menengah Umum dan Inspektorat Jendral dalam Anonim
(2003), Laboratorium IPA-Fisika yang pemanfaatan dan pengelolaannya sebagai
sumber belajar yang belum optimal atau tidak digunakan disebabkan oleh berbagai
faktor antara lain:
a.
Kemampuan dan penguasaan guru terhadap peralatan dan pemanfaatan bahan
praktek masih belum memadai.
b.
Kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas tenaga laboratorium.
c.
Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah rusak yang belum
diadakan kembali.
d.
Tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan mengakibatkan tidak setiap
siswa mendapat kesempatan belajar untuk mengadakan eksperimen.
Agar laboratorium khususnya laboratorium IPA dapat dimanfaatkan secara
optomal, maka pengelolaan laboratorium harus menyangkut beberapa aspek sebagai
berikut:
A.
Perencanaan
Proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis
tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, sdm, tenaga,
dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara
efektif dan efisien.
B.
Penataan
Penataan (ordering) alat / bahan adalah proses
pengaturan alat / bahan di laboratorium agar tertata dengan baik. Dalam menata
alat / bahan tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan
maupun kemudahan dalam pemeliharaan.
Yang harus diketahui sebelum melakukan penatan:
mengenali alat dan fungsinya, mengenali sifat bahan, kualitas alat termasuk
kecanggihan dan ketelitian, keperangkatan, nilai/harga alat, kualitas alat
tersebut dan kelangkaannya, bahan dasar penyusun alat, bentuk dan ukuran alat
serta bobot/berat alat.
Alat-alat yang sering digunakan, alat yang boleh
diambil sendiri oleh siswa dan alat- alat yang mahal harganya penyimpanannya
dipisah. Alat-alat untuk percobaan fisika biasanya dikumpulkan menurut golongan
percobaannya. Alat-alat yang digunakan untuk beberapa jenis percobaan disimpan
tersendiri ditempat khusus.
C.
Pengadministrasian
Pengadministrasian laboratorium dimaksudkan adalah
suatu proses pencatatan atau inventarisasi fasilitas dan aktifitas
laboratorium. Dengan pengadministrasian yang tepat semua fasilitas dan
aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Dalam
kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan, pada makalah ini yang akan dibahas
lebih lanjut mengenai pengadministrasian sarana dan prasarana.
Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan: mencegah
kehilangan / penyalahgunaan, memudahkan operasional dan pemeliharaan,
mencegah duplikasi /overlapping
permintaan alat serta memudahkan pengecekan.
D.
Pengamanan, Perawatan dan Pengawasan
Aspek ini merupakan aspek yang
membutuhkan personalia untuk menjalankannya. Untuk memenuhi aspek ini, biasanya
laboratorium di sekolah terdapat berbagai personil yaitu: kepala sekolah, wakasek bidang
sarana, wakasek bidang kurikulum, penanggung jawab teknis laboratorium, koordinator
laboratorium, dan laboran.
Untuk mengelola Laboratorium yang baik kita harus
mengenal perangkat-perangkat apa yang harus dikelola. Semua perangkat-perangkat
laboratorium ini jika dikelola secara optimal, akan memberikan optimalisasi
manajemen lab yang baik. Dengan demikian manajemen lab itu adalah suatu
tindakan pengelolaan yang komplek dan terarah, sejak dari perencanaan tata
ruang (lab-lay-out) sampai dengan
semua perangkat - perangkat penunjang lainnya.
Laboratorium dan jenis peralatannya merupakan sarana
dan prasarana penting untuk penunjang proses pembelajaran di sekolah.
Dikemukakan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar
Nasional Pendidikan pasal 42 ayat (2)
serta pasal 43 ayat (1) dan ayat (3). Laboratorium merupakan tempat untuk
mengaplikasikan teori keilmuan, pengujian teoritis, pembuktian uji coba,
penelitian, dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu yang menjadi
kelengkapan dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. (Depdiknas.2002)
Agar laboratorium di sekolah dapat berperan,
berfungsi, dan bermanfaat seperti itu, maka diperlukan sebuah sistem
pengelolaan laboratorium yang direncanakan dan dievaluasi dengan baik serta
dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan laboratorium
Fisika di sekolah yang bersangkutan.
Dimensi pengelolaan laboratorium menurut Sutrisno
(2010) terdiri dari: organisasi laboratorium, administrasi laboratorium
(inventarisasi alat dan fasilitas laboratorium, administrasi peminjaman
alat-alat laboratorium, administrasi pemeliharaan alat-alat laboratorium), dan
keselamatan kerja di laboratorium.
Tenaga yang bertanggung jawab secara langsung dalam
pengelolaan laboratorium IPA adalah :
a.
Kepala Sekolah
b.
Kepala lab/koordinator lab
c.
Pengelola lab (semua guru IPA dan
laboran)
Deskripsi tugas kepala sekolah:
a.
Memberi tugas kepala
laboratorium/koordinator laboratorium untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium.
b.
Memberikan bimbingan, pengarahan,
monitoring, dan evaluasi kepada tenaga-tenaga yang bertugas di laboratorium.
c.
Memberikan motivasi kepada guru-guru
IPA untuk memanfaatkan sarana laboratorium dalam kegiatan belajar mengajar IPA.
d.
Menyediakan dana untuk keperluan
operasional laboratorium IPA.
Deskripsi tugas kepala/coordinator laboratorium:
a.
Bertanggung jawab penuh atas
kelengkapan administrasi laboratorium IPA.
b.
Bertanggung jawab atas kelancaran
penggunaan laboratorium IPA.
c.
Mengusulkan kepada kepala sekolah
tentang pengadaan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Deskripsi tugas pengelola laboratorium (Guru dan laboran)
Bagi sekolah yang tidak memiliki tenaga laboran maka
pekerjaan ini harus dikerjakan oleh guru:
a.
Mengerjakan administrasi
laboratorium.
b.
Mempersiapkan dan menyimpan kembali
alat dan bahan yang digunakan dalam KBM
IPA.
c.
Bertanggung jawab atas kebersihan
ruangan dan alat laboratorium.
d.
Memperbaiki alat-alat yang rusak
atau tidak berfungsi.
e.
Membuat LKS.
Sebelum laboratorium dibangun, harus tahu dulu untuk
keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. Laboratorium untuk
penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium
untuk ekologi, pada umumnya, bentuk, ukuran dan tata ruang di desain sedemikian
rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitsnya.
Umumnya laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan
percobaan dalam konteks proses belajar dan mengajar. Jumlah siswa yang melebihi
kapasitas ruanagan laboratorium dalam satu kali percobaan akan mengganggu
kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktifitas lainnya. Sebuah laboratorium
dengan ukuran 100 m2 dapat digunakan oleh 40 orang siswa. Dengan
rasio setiap siswa menggunakan tempat 2,5 m2 dari keseluruhan luas
laboratorium. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan
ukuran lebih luas lagi, misalnya 3-4 m2 untuk setiap mahasiswa.
E.
Tata letak
laboratorium
Bangunan laboratorium tidak sama dengan bangunan
kelas. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium.
Faktor-faktor tersebut antara lain lokasi bangunan laboratorium dan
ukuran-ukuran ruang. Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain
tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain, dimaksudkan untuk
menghindari penyebaran gas-gas
berbahaya. Bangunan laboratorium tidak berdekatan dengan lokasi sumber air.
Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan mempermudah
tindakan lainnya.
Ruangan laboratorium untuk pembelajaran sains umumnya terdiri dari ruang
utama, dan ruang-ruang pelengkap. Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa
atau mahasiswa melakukan praktikum. Ruangan pelengkap umumnya terdiri dari
ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk
menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang dipakai dalam praktikum. Ruang
penyimpanan digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan kimia) dan alat-alat yang
penggunaanya tidak setiap saat. Selain ruangan tersebut, mungkin juga sebuah
laboratorium memiliki ruanagan gelap, ruangan spesimen, ruangan khusus untuk
penyimpanan bahan-bahan kimia dan ruangan administrasi/staf.
Penyimpanan alat-alat di dalam gedung
tidak boleh disatukan dengan bahan kimia. Demikian pula penyimpanan alat-alat
gela stidak boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat dari logam. Ukuran
ruang utama lebih besar dari pada ukuran ruangan persiapan. Contohnya apabila
luas lantai 100 m2, 70-80 m2 digunakan sebagai ruang
utama praktikum.
Suatu laboratorium yang perlu diingat adalah bahwa ruang-ruang penunjang
laboratorium tersebut tidak mutlak harus ada atau tempat serta
fasilitas-fasilitas lainnya.
Supaya cahaya matahari langsung tidak masuk secara langsung ke dalam
ruangan laboratorium dan untuk mencegah masuknya air hujan, maka
disekelilingnya laboratorium hendaknya diberi selokan yang luas lebih kurang
20% dari luas seluruh laboratorium. (Putu Nyeneng,2010)
Pada dasarnya pengelolaan laboratorium
merupakan tanggung jawab bersama baik pengguna maupun pengelola. Oleh karena
itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil
untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan
memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap
berfungsi sebagaimana mestinya.
Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup
usaha untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di
laboratorium dan penanganannya bila terjadi kecelakaan. Para pengelola
laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di
laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti
peraturan.
Penataan dan penyimpanan alat dan
bahan didasarkan pada:
a.
Keadaan laboratorim yang ditentukan
oleh fasilitas, susunan laboratorium, dan
keadaan alat dan bahan.
b.
Kepentingan pemakai ditentukan
berdasarkan kemudahan dicari dan digapai, keamanan dalam penyimpanan dan
pengambilannya.
Keadaan alat dan bahan berdasarkan
keadaannya:
Alat dapat dikelompokkan atas jenis alat, jenis bahan pembuat alat,
seberapa sering alat tersebut digunakan, atau jenis percobaan.
Bahan atau zat tersebut dapat dikelompokkan pada jenis bahan (fasa,wujud
zat,sifat asam basa dari zat), seberapa bahaya bahan tersebut, dan seberapa
sering bahan tersebut digunakan.
Langkah-langkah penyimpanan:
a.
Bersihkan ruang dan penyimpanan alat
dan bahan.
b.
Periksa data ulang alat dan bahan
yang ada.
c.
Kelompokkan alat dan bahan yang ada
berdasarkan pada keadaan alat dan bahan.
d.
Penyimpanan dan penataan alat dan
bahan disesuaikan dengan fasilitas laboratorium, keadaan alat dan bahan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat
penyimpanan alat yaitu:
a.
Bahan dasar pembuatan alat.
b.
Bobot alat.
c.
Kepekaan alat terhadap lingkungan.
d.
Pengaruh alat yang lain.
e.
Kepekaan perangkat alat dalam suatu
set.
Pengadministrasian alat dan bahan berguna untuk
memudahkan pengecekan, pengadaan, dan pertanggungjawaban, meliputi
pengadministrasian alat dan laboratorium yang perlu dicatat dalam
pengadministrasian alat/bahan adalah nama, jumlah, ukuran, merk dan tempat
penyimpanan, nomor kode/katalognya.
Perangkat pengadministrasian alat dan
bahan:
a.
Buku inventaris.
b.
Kartu stock.
c.
Bendelan format
permintaan/peminjaman.
d.
Kartu/buku daftar alat/bahan yang
rusak.
e.
Kartu reparasi.
Perangkat pengadministrasian laboratorium meliputi:
a.
Jadwal kegiatan laboratorium.
b.
Program kerja laboratorium.
c.
Daftar alat atau bahan sesuai Lembar
Kerja Siswa (LKS).
d.
Buku catatan harian kegiatan
laboratorium.
e.
Daftar usulan pengadaan alat atau
bahan laboratorium.
Perolehan alat atau bahan yaitu dengan cara dibeli sendiri atau instasi
atau kiriman atau droping dari pemerintah, pemanfaatan alat/bahan bekas
misalnya untuk electrode karbon atau seng dapat diambil dari bekas batu baterai
atau mendaur ulang bahan bakar.
Penghematan pemakaian alata atau
bahan yaitu misalnya dengan menggunakan sedikit mungkin zat, misalnya percobaan
viskositas untuk volume yang sekecil mungkin (1L jangan 5 L). Penggunaan alat
atau bahan sesuai keperluan, contoh menggunakan alat ukur listrik (jangan lebih
dari 2).
Untuk melengkapi atau mengganti alat dan bahan yang
rusak, hilang, atau habis dipakai diperlukan pengadaan. Sebelum pengusulan
pengadaan alat dan bahan dipikirkan hal-hal berukut:
a.
Percobaan apa yang dilakukan.
b.
Alat dan bahan apa yang akan dibeli
(dengan spesifikasi yang jelas).
c.
Apakah dana tersedia.
d.
Prosedur pembelian.
e.
Pelaksanaan pembelian.
Prosedur pengadaan alat dan bahan biasanya dimulai
dengan penyusunan daftar alat dan bahan
yang akan dibeli. Daftar pengususlan diperoleh dari usulan masing-masing guru
IPA yang dikoordinasikan oleh penanggung jawab laboratorium. Daftar alat dan
bahan yang akan dibeli dibuat berdasarkan program semester/ program kegiatan
laboratorium atau berdasarkan analisis LKS. Daftar alat dan bahan yang akan
dibeli harus dilengkapi dengan spesifikasi alat dan bahan, kemudian alat dan
bahan disusun berdasarkan prioritas, artinya tentukan alat dan bahan yang
terlebih dahulu yang akan digunakan. Daftar alat yang akan dibeli dipisahkan
dari daftar bahan, daftar ini diserahkan oleh
penanggung jawab laboratorium kepada kepala sekolah.
Nilai atau harga alat ukur laboratorium harus diketahui oleh pengelola
labortorium. Setidaknya dapat menilai mana alat yang mahal dan mana alat yang
lebih murah. Alat yang mahal harus disimpan pada tempat yang lebih aman atau
pada ruangan/lemari yang terkunci. Sementara alat yang tidak begitu mahal dapat
disimpan pada rak atau tempat terbuka.
Pengadministrasian merupakan suatu
proses pedokumentasian seluruh sarana
dan prasaran serta aktivitas
laboratorium. Dalam kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan,
pada makalah ini yang akan dibahas lebih lanjut mengenai
pengadministrasian sarana dan prasarana.
Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan:
a.
Mencegah kehilangan /
penyalahgunaan.
b.
Memudahkan operasional dan pemeliharaan.
c.
Mencegah duplikasi /overlapping permintaan alat .
d.
Memudahkan pengecekan
Laboratorium di
sekolah terdiri atas beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda, namun
dari sudut pandang pengadministrasian memiliki pola dan aspek yang serupa. Untuk keperluan administrasi diperlukan
beberapa format yang terdiri atas:
Format A : Data ruangan laboratorium
Format B1 : Kartu barang
Format B2 : Daftar barang
Format B3 : Daftar penerimaan/pengeluaran barang
Format B4 : Daftar usulan/permintaan barang
Format C1 : Kartu alatFormat C2 : Daftar alat
Format C3 : Daftar penerimaan/pengeluaran alat
Format C4 : Daftar usulan/permintaan alat
Format D1 : Kartu zat
Format D2 : Daftar zat
Format D3 : Daftar penerimaan/pengeluaran zat
Format D4 : Daftar usulan/permintaan
zat
Untuk
mengadministrasikan fasilitas umum laboratorium digunakan 4 macam format,
yaitu:
Format B1, B2, B3, dan B4.
a.
Format B1
disebut kartu barang.
Kartu ini digunakan di gudang maupun disetiap lab.
Oleh karena itu sebaiknya untuk setiap barang sejenis nomor kartu di gudang
harus sama dengan nomor kartu di setiap lab, dan kartu ini hanya digunakan
untuk satu macam barang. Pada bagian atas kartu barang tertera abjad dari A
sampai Z, untuk memberi nama awal dari suatu barang. barometer dan
blower, kedua barang tersebut berawalan huruf B, karena secara urutan alfabetis urutan kata
barometer (Ba) lebih dahulu dari kata Blower (Bl), maka nomor kartu untuk barometer harus lebih rendah dari nomor kartu
blower, misalnya barometer nomor 1 dan blower nomor 2.
Informasi lain yang harus diisi pada kartu barang adalah nama barang, golongan,
nama induk barang, lokasi penyimpanan, spesifikasi
(merek, ukuran, pabrik, kode
barang), mutasi barang, riwayat barang.
Golongan barang dimaksudkan apakah barang tersebut
barang perkakas, barang optik, barang
elektronik, dsb. Kode barang biasanya sudah diberikan pabrik/katalog.
Nomor induk adalah nomor pada buku induk/daftar barang. Pada kolom mutasi, jika barang diterima, hendaknya pada kolom keterangan
diisikan sumber dana dan tahun pengadaan, sedangkan apabila barang tersebut
dipindahkan pada kolom keterangan
dituliskan tempat terakhir yang dituju.
Di bagian setelahnya kartu barang memuat informasi tentang riwayat
barang, yaitu keterangan tentang
pelaksanaan pemeliharaan atau perbaikan dari barang tersebut.
b.
Format B2
disebut daftar barang atau buku induk.
Daftar barang merupakan rekapitulasi dari B1 (kartu barang). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengisian atau pendistribusian daftar barang
adalah nomor urut, nomor induk, kode barang, spesifikasi, dan jumlah
barang yang diisikan dalam format
B2 (daftar barang). Jangan sekali-kali menghilangkan nama barang
pada B2 sekalipun jumlah persediaan yang tercantum pada B1 tidak ada, karena
akan menyulitkan pelacakan barang tersebut pada masa mendatang.
c.
Fomat B3
disebut daftar penerima/pengeluaran barang.
Format B3 bagi teknisi yang bekerja di lab berfungsi sebagai alat penerimaan dari
gudang atau pengeluaran pada lab lain.
d.
Format
B4 disebut juga format usulan barang.
Usulan barang dapat berupa perbaikan/rehabilitasi atau pengadaan baru.
Mekanisme kerja pengusulan barang dilakukan
oleh penanggung jawab lab
berdasarkan kebutuhan yang diajukan oleh
para guru pembimbing praktikum. Alur selanjutnya
penanggung jawab lab melaporkan kepada
kepala sekolah. Dalam pengusulan, spesifikasi barang/alat/zat mempunyai fungsi
yang sangat penting, karena apabila barang yang diterima tidak
sesuai dengan pengajuan/pemesan mempunyai dasar yang kuat untuk menolak barang
tersebut. Oleh karena itu untuk
memudahkan perencanaan, setiap laboratorium minimal di gudang, atau sekolah
harus memiliki katalog barang, alat, maupun katalog bahan.
BAB III
PROFIL SEKOLAH
3.1 Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
A. Visi
Pengembangan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif
B.
Misi
Berdasarkan pada visi di atas, maka misi SMA
Negeri 1 Pademawu Pamekasan adalah :
1.
Melaksanakan proses belajar
mengajara intrakurikuler dan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi warga
sekolah
2.
Mendorong warga sekolah
menggali potensi diri, sehingga mampu mengembangkan diri lebih optimal
3.
Meningkatkan pelaksanaan dan
pemahaman imtaq serta budi pekerti luhur.
4.
Melaksanakan proses belajar
mengajar kreatif dan inovatif yang mengarah pada program pembelajaran berbasis
kompetensi
C. Tujuan
Sekolah
Berdasarkan pada visi dan misi diatas , maka
tujuan SMA Negeri 1 Pademawu Pamekasan adalah :
1.
Mengembangkan
sistem seleksi penerimaan siswa unggulan dan melakukan pembinaan pada
calon siswa.
2.
Meningkatkan jumlah dan
kualifikasi tenaga kependidikan sesuai dengan tuntutan program pembelajaran
yang berkualitas.
3.
Mengupayakan pemenuhan
kebutuhan sarana dan program pendidikan untuk mendukung KBM dan hasil belajar
siswa
4.
Menjalin kerjasama (networking) dengan lembaga /
institusi terkait, dalam rangka pengembangan program pendidikan dan pelatihan
yang mampu memberi layanan optimal kepada peserta didik sesuai dengan bakat dan
kemampuannya.
5.
Menyelenggarakan PBM yang
mengarah pada program pembelajaran berbasis kompetensi.
6. Meningkatkan pelaksanaan kegiatan ekstra
kurikuler khususnya bidang olah raga yang sesuai dengan potensi dan minat siswa
3.2 Keadaan Guru , Karyawan dan
Siswa
A.
Keadaan Guru, berdasarkan
jumlah jam dan kebutuhan tenaga guru
No
|
Mapel
|
Jumlah Jam dan Kelas
|
Jml
|
Jumlah Guru
|
Kebut
|
Obyektif
|
X
|
XI A
|
XI S
|
XII A
|
XII S
|
Jam
|
GT
|
GTT
|
Jml
|
Lbh
|
Krg
|
Pel.
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
|
PAI
PKn
B.Indonesia
Sejarah
B. Inggris
Penjaskes
Matematika
Fisika
Kimia
Biologi
TIK
Ekonomi
Sosiologi
Geografi
Pend. Seni
Akuntansi
B. Daerah
BK
|
15
10
20
5
20
10
20
10
10
10
10
10
10
5
10
10
10
28
|
6
4
8
2
8
4
8
8
8
8
4
-
-
-
4
4
4
11
|
6
4
8
6
8
4
8
-
-
-
4
8
6
6
4
4
4
11
|
3
4
8
2
8
4
8
8
8
8
4
-
-
-
4
4
4
11
|
6
4
8
6
8
4
8
-
-
-
4
8
6
6
4
4
4
11
|
36
26
52
21
52
26
52
26
26
26
26
26
22
17
26
26
26
72
|
2
2
3
1
3
1
5
3
3
3
1
3
2
1
2
1
-
3
|
-
-
1
-
-
-
-
-
-
-
1
-
-
1
-
-
3
-
|
2
2
4
1
3
1
5
3
3
3
2
3
2
2
2
1
3
3
|
2
2
3
1
3
2
3
2
2
2
2
2
1
1
2
2
2
3
|
-
-
1
-
-
-
2
1
1
1
-
1
1
1
-
1
1
-
|
-
-
-
-
-
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
|
Jumlah
|
215
|
91
|
91
|
91
|
91
|
579
|
39
|
6
|
45
|
36
|
11
|
1
|
B.
Keadaan Karyawan
No
|
Karyawan
|
Yang
Ada
|
Kebutuhan
|
Obyektif
|
PT
|
PTT
|
Jml
|
Lebih
|
Kurang
|
1
2
3
4
5
6
7
8
|
KTU
Tenaga Administrasi
Pesuruh
Satpam
Penjaga siang
Penjaga Malam
Pustakawan
Laboran (computer)
|
1
-
-
-
-
-
-
|
-
3
2
1
1
1
1
1
|
1
2
3
1
1
1
1
1
|
1
2
2
1
1
1
1
1
|
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
2
2
1
1
1
1
1
|
|
Jumlah
|
1
|
10
|
11
|
11
|
-
|
9
|
C.
Keadaan Jumlah Siswa
Berdasarkan Kelas
No
|
Kelas
|
Jumlah
|
Jumlah
|
Jumlah Rombel
|
Jumlah
|
Laki
|
Perempuan
|
Seluruhnya
|
Kelas
|
Total
|
1
2
3
4
5
|
X-1
X-2
X-3
X-4
X-5
|
9
19
19
17
19
|
27
15
15
17
17
|
36
34
34
34
36
|
5
kelas
|
174
|
6
7
8
9
|
XI-A1
XI-A2
XI-S1
X1-S2
|
10
8
22
23
|
29
30
11
13
|
39
38
33
36
|
4
Kelas
|
146
|
10
11
12
13
|
XII-A1
XII-A2
XII-S1
XII-S2
|
19
19
28
28
|
17
19
5
4
|
36
38
33
32
|
4
Kelas
|
139
|
|
Jumlah Total
|
459
|
3.3 Keadaan Sarana dan Prasarana
A. Luas, Letak dan Lokasi
Sekolah
a.
Luas tanah sman 1 Pademawu
11,450 m2
b.
Letak Di Desa Bunder
kecamatan Pademawu , Kabupaten Pamekasan
c.
Lokasi Di Desa Bunder kecamatan
Pademawu , Kabupaten Pamekasan
d.
Luas bangunan 2.063,75 m
B. Ruang Belajar
No
|
Jenjang Ruang
|
Yang Ada
|
Kebutuhan
|
Lebih
|
Kurang
|
1
2
3
4
5
|
Kelas
X
Kelas
XI A
Kelas
XI S
Kelas
XII A
Kelas
XII S
|
4
2
2
2
2
|
5
2
2
2
2
|
-
-
-
-
-
|
1
-
-
-
-
|
|
|
12
|
13
|
-
|
1
|
C. Ruang Penunjang
No
|
Jenjang Ruang
|
Yang Ada
|
Kondisi
|
Kebutuhan
|
Kurang
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
|
Laboratorium Fisika
Laboratorium Biologi
Laboratorium Kimia
Laboratorium
Komputer
Ruang BK
Ruang OSIS
Ruang UKS
Ruang KOPSIS
Kantin
Guadang
Ruang Kasek
Ruang Guru
Ruang Tata Usaha
Kamar Mandi/WC Siswa
Kamar Mandi/WC Guuru
Lapangan Olah Raga
Ruang Keterampilan
Ruang Multimedia
Laboratorium Bahasa
Ruang Perpustakaan
Musholla
|
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
1
1
1
1
-
-
-
|
Rusak
ringan/Dipakai R. Perpus.
Rusak
ringan /Dipakai R. Kelas
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Rusak
ringan
Baik
Baik
Baik
Rusak
Berat
Baik
Baik
Baik
Baik/Dipakai
R. Kelas
-
-
-
|
1
1
-
-
-
-
-
-
-
1
-
-
-
2
-
-
-
1
1
1
1
|
1
1
-
-
-
-
-
-
-
1
-
-
-
2
-
-
-
1
1
1
1
|
|
|
20
|
|
9
|
9
|
D. Sarana Penunjang Lainnya
No
|
Jenjang Barang
|
Ada/Tidak Ada
|
Kondisi
|
Keterangan
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
|
Air
Pagar
Telepon
Listrik
LCD
Komputer
Bel Listrik
Pengeras Suara
Televisi
Handdicame
Peralatan
Laboratorium
Tempat Parkir Siswa
Tempat Parkir Guru
Laptop
OHP
Peralatan
Keterampilan
Kotak P3K
Kodak
|
Ada
Ada/Kurang
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada/T.Lengkap
Ada/Kurang
Tidak
Ada
Tidak
Ada
Ada
Ada/T.Lengkap
Ada
Ada
|
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Sebagian
Rusak
Baik
-
Baik
Baik
Sebagian
Rusak
Baik
Baik
|
Sumur
Belum
Keliling
1
Buah
4400W
4
Buah
23
Buah
6
Buah
2
Buah
1
Buah
1
Buah
Perlu
Penembahan
Perlu
Perluasan
Perlu
Dibangun
Perlu
Pengadaan
1
Buah
Perlu
Penambahan
1
Buah
1
Buah
|
BAB IV
METODOLOGI
PENILITIAN
Dalam penelitian ilmiah faktor metodologi memegang
peranan penting guna mendapatkan data yang obyektif, valid dan selanjutnya
digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Pengertian
Metode adalah cara yang telah teratur dan telah berfikir secara baik-baik yang
digunakan untuk mencapai tujuan (W.J.S Poerwodarminto 1987 :649).
Jadi
pengertian metode adalah salah satu cara yang digunakan ketika mencapai suatu
tujuan dengan menggunkan tehnik tertentu untuk memperoleh suatu keberhasilan
dalam penelitian maka harus dilaksanakan dengan menggunkan metodologi yang
tepat, istimewa dan tujuan mengadakan penelitian berdasarkan fakta – fakta yang
ada untuk menguji kebenaran sesuatu secara ilmiah.
Dalam metodelogi telah dijelaskan
bahwa dalam pelaksanaan penelitian mempunyai kebebasan untuk memiliki metode
guna memperoleh suatu data. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh
sutrisno Hadi, Yaitu : “Baik buruknya suatu research sebagian tergantung dari
pengumpulan data research ilmiah bermaksud memperoleh bahan – bahan yang
relevan, aktual dan variabel, maka untuk memperoleh data seperti itu pekerjaan
research menggunakan tehnik – tehnik, prosedur, alat – alat serta kegiatan yang
diandilkan.
Maka dengan demikian memecahkan metodologi sangat
diperlukan dalam rangka mengumpulkan data untuk memecahkan suatu masalah
sehingga dapat menyusun laporan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Untuk
itu dalam penelitian ini penulis menetapkan langkah – langkah sebagai berikut :
4.1 Setting Observasi
a.
Waktu Observasi
Penelitian observasi di laboratorium
SMAN 1 PADEMAWU telah dilaksanakan pada pukul 07.00-09.30 WIB pada tanggal 27
November 2015.
b.
Tempat Observasi
Observasi Pengelolaan laboratorium
ini dilaksanakan di Laboratorium SMAN 1 PADEMAWU yang beralamatkan Jln. Raya
Bunder.
4.2 Subyek Observasi
Subyek observasi
ini adalah pengelola Laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU. Hal- hal yang
akan menjadi titik perhatian adalah kelengkapan alat dan bahan laboratorium, kelengkapan administrasi
laboratorium, tata kelola laboratorim, dan kepengurusan laboratorium.
4.3 Sumber Data
Berkaitan dengan subyek observasinya adalah
Laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU, sumber datanya ialah kodisi laboratorium,
kelengkapan alat dan bahan laboratorium, serta
kegiatan Laboratorium IPA SMAN 1 PADEMAWU.
4.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Teknik
Pengumpulan Data
a. Observasi
Observasi dalam penelitian ini dilakukan
oleh peneliti dan pengamat. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi
langsung yaitu penelitian dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung,
kemudian mencatat keadaan dan kejadian
yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
Observasi dilakukan ketika laboratorium tidak sedang
digunakan . Observasi adalah instrumen yang sering dijumpai dalam penelitian
pendidikan. Dalam observasi ini penelitian lebih banyak menggunakan salah satu
dari panca indranya yaitu indra
penglihatan.
Observasi akan lebih efektif jika
informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan
hasil kerja responden dalam situasi alami. Sebaiknya observasi mempunyai
keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari
subyek yang diteliti.
Adapun alat/ instrumen yang
digunakan dalam observasi ini ialah :
1. Lembar observasi
a. Tabel
Observasi
b.
Tabel Daftar Inventaris Alat dan Bahan Laboratorium
2. Kamera
BAB V
HASIL
PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Berdasarkan observasi laboratorium
yang telah dilakukan di Laboratorium IPA SMAN 1 Paademawu diperoleh data
pengamatan sebagai berikut:
1.)
Tabel Inventaris
Tabel ini
diisi oleh peneliti dalam rangka kegiatan observasi Laboratorium IPA SMAN 1
Pademawu.
A.
Fasilitas
Utama Laboratorium
No
|
Daftar
Pertanyaan
|
|
Ket
|
Skore
|
1
|
Meja
demonstrasi: meja beserta kursi yang
digunakan
untuk mendemontrasikan praktikum oleh guru.
|
Tidak ada
|
0
|
2
|
Tabung
Pemadam Kebakaran
|
Sesuai
|
1
|
3
|
Meja praktikum Siswa, dengan kondisi ideal
|
Sesuai
|
1
|
4
|
Lemari, sebagai tempat penyimpanan perabot
laboratorium.
|
Sesuai
|
1
|
5
|
Laci meja, tempat untuk menyimpan alat – alat kecil
|
Tidak ada
|
0
|
6
|
Bak cuci pada meja demonstrasi
|
Tidak ada
|
1
|
7
|
Rak, tempat untuk menyimpan alat – alat dan bahan,
|
Sesuai
|
1
|
8
|
Papan tulis/white
board
|
Sesuai
|
1
|
9
|
Pengatur
suhu ruangan yang bekerja dengan baik
|
Tidak ada
|
0
|
10
|
Instalasi
Listrik
|
stop kontak
(sesuai)
|
1
|
11
|
Instalasi
Air
|
Sesuai
|
1
|
12
|
Intalasi Gas
|
Tidak ada
|
0
|
Skore
|
9
|
Skore
Maksimum
|
12
|
Persentase
|
75%
|
B. Fasilitas Pendukung
No
|
Daftar
Pertanyaan
|
|
Ket
|
Skore
|
1
|
Di ruang
laboratorium dilengkapi papan tulis yang baik/layak pakai.
|
Sesuai
|
1
|
2
|
Di ruang
laboratorium terdapat media LCD yang operasional atau dapat digunakan.
|
Sesuai
|
1
|
3
|
Alat pemadam
kebakaran dan panduan pemakaian yang dapat digunakan atau operasional.
|
Sesuai
|
1
|
4
|
Jam dinding
yang berfungsi dengan baik.
|
Sesuai
|
1
|
5
|
Peralatan
PPPK yang lengkap (kasa, perban, betadine, hansaplas, silet, alcohol, kapas)
dan layak pakai.
|
Sesuai
|
1
|
6
|
Peralatan
kebersihan seperti sapu, serok, tempat sampah, dalam keadaan baik atau layak
digunakan.
|
Sesuai
|
1
|
7
|
Soket
listrik yang berfungsi dengan baik atau dapat digunakan.
|
Sesuai
|
1
|
Skore
|
7
|
Skore
Maksimum
|
7
|
Persentase
|
100 %
|
C. Standar Desain Laboratorium
No
|
Daftar
Pertanyaan
|
|
Ket
|
Skore
|
1
|
Luas
laboratorium Didalamnya termasuk ruangan persiapan dan gudang ukuran
(180m2)
|
Sesuai
|
1
|
2
|
Terdapatnya
ventilasi udara
|
Sesuai
|
1
|
3
|
Ruangan yang
ada di laboratorium
|
Tidak ada
ruangan gelap, ruang persiapan, ruang penyimpanan dan ruang timbang
|
0
|
4
|
Ruangan
praktikum ideal
|
Sesuai
|
1
|
5
|
ada ruangan
persiapan
|
Tidak ada
|
0
|
6
|
Ruang
penyimpanan (gudang)
|
Tidak ada
|
0
|
7
|
Ruangan
timbang
|
Tidak ada
|
0
|
8
|
Kebun
sekolah
|
Sesuai
|
1
|
9
|
Penataan
tempat sampah
|
Sesuai
|
1
|
Skore
|
5
|
Skore Maksimum
|
9
|
Persentase
|
56 %
|
D. Pengadministrasian Laboratorium
No
|
Daftar
Pertanyaan
|
|
Ket
|
Skore
|
1
|
Terdapat
buku stok atau buku induk untuk inventaris alat praktikum yang disusun ke
dalam tabel.
|
Sesuai
|
1
|
2
|
Terdapat
kartu barang untuk inventaris bahan praktikum yang disusun ke dalam tabel.
|
Sesuai
|
1
|
3
|
Terdapat
buku pembelian alat dan bahan
praktikum yang disusun ke dalam tabel.
|
Sesuai
|
1
|
4
|
Terdapat
buku peminjaman alat dan bahan praktikum yang disusun ke dalam tabel.
|
Sesuai
|
1
|
5
|
Terdapat
buku harian (log book) kegiatan
laboratorium yang disusun kedalam tabel.
|
Sesuai
|
1
|
6
|
Ada formulir
kontrol alat dan bahan laboratorium yang di susun ke dalam tabel.
|
Tidak ada
|
0
|
7
|
Ada lembar
penjadwalan penggunaan laboratorium disususn ke dalam tabel
|
Sesuai
|
1
|
8
|
Terdapat
struktur organisasi laboratorium
|
Sesuai
|
1
|
9
|
Terdapat
buku catatan kecelakaan yang pernah terjadi yang disusun ke dalam tabel
|
Tidak ada
|
0
|
10
|
Terdapat
daftar klasifikasi alat – alat di laboratorium yang di kelompokkan menurut
jenis bahan pembuatan alat
|
Tidak ada
|
0
|
11
|
Terdapat
tata tertib laboratorium untuk siswa.
|
Sesuai
|
1
|
12
|
Terdapat
tata tertib laboratorium untuk guru.
|
|
1
|
13
|
Terdapat
tata tertib laboratorium untuk guru.
|
Tidak ada
|
0
|
14
|
Terdapat buku
absensi siswa
|
Sesuai
|
1
|
15
|
Terdapat
buku absensi Guru
|
Sesuai
|
1
|
16
|
Terdapat
buku absensi petugas LAB
|
Tidak ada
|
0
|
Skore
|
11
|
Skore
Maksimum
|
16
|
Persentase
|
69 %
|
E.
Penyimpanan dan Perawatan Alat
No
|
Daftar
Pertanyaan
|
|
Ket
|
Skore
|
1
|
Alat dari bahan kaca biasa
diletakkan di tempat ruangan bersuhu dingin.
|
Tidak ada
|
0
|
2
|
Alat yang terbuat dari besi :
a. Tidak
disimpan berdekatan dengan zat kimia
b. Dicat agar tidak
berkarat
|
Sesuai
|
1
|
3
|
Alat yang terbuat dari kaca dan plastik dicuci dengan sabun
|
sesuai
|
1
|
5
|
Sumbat kaca dipasang dalam
keadaan:
a. Bersih
b. Kering
c. Disisipi
kertas
|
sesuai
|
1
|
6
|
Alat pipa kaca dan tabung kaca panjang diletakkan dalam posisi tegak.
|
sesuai
|
1
|
7
|
Penyimpanan alat-alat dari kaca ditempatkan dalam satu tempat.
|
dicampur
|
0
|
8
|
Penyimpanan alat-alat dari kayu ditempatkan dalam satu tempat.
|
dicampur
|
0
|
9
|
Alat-alat dari bahan sejenis :
a. Cara
penyimpananya ditumpuk
b. Alat yang paling
bawah adalah alat yang paling berat kemudian disusul alat yang lebih ringan
|
sesuai
|
1
|
10
|
Alat yang berat disimpan pada rak lemari paling bawah
|
sesuai
|
1
|
11
|
Alat yang berat tidak disimpan pada lemari gantung
|
sesuai
|
1
|
12
|
Alat-alat berat disimpan dalam gudang
|
Tidak sesuai
|
0
|
13
|
Alat berat yang termasuk alat ukur disimpan dalam lemari pada
laboratorium.
|
sesuai
|
1
|
14
|
Alat-alat yang lembab tidak disimpan dalam lemari.
|
sesuai
|
1
|
15
|
Alat-alat optik :
a. Disimpan
ditempat yang kering.
b. Disimpan dilemari
khusus.
c. Ada lampu
yang selalu menyala.
|
Tidak sesuai
|
0
|
16
|
Debu pada lensa dibersihkan dengan brass
blower.
|
Tidak sesuai
|
0
|
17
|
Slide, filmstrip, dan film dibagian gambarnya tidak dipeganag dengan
tangan.
|
Tidak Sesuai
|
0
|
18
|
Slide disimpan dalam kotak-kotak pada tiap frame (rangka) dan diberi eriketyang
sesuai dengan isinya.
|
Tidak sesuai
|
0
|
19
|
Zat-zat yang harus disimpan dalam
lemari asam :
a. asam asetat pekat
b. amoniak pekat
c. asam klorida pekat
d. indium kristal
|
Dicampur
|
0
|
20
|
Alat yanag terbuat dari bahan logam dipisahkan dari alat yang terbuat
dari bahan kaca.
|
dicampur
|
0
|
21
|
Setiap alat yang diset, alat-alat penyusunnya dipisahkan. Kemudian
apabila mau dipakai disusun kembali.
|
Sesuai
|
1
|
22
|
Magnet tidak disimpan dekat alat-alat yang sensitif terhadap magnet
seperti:
a. stopwatch
b. voltmeter
c. amperemeter
d. galvanometer
|
Sesuai
|
1
|
23
|
Penyimpanan alat dalam bentuk kit setelah dipakai disusun kembali pada
tempat semula.
|
Sesuai
|
1
|
Skore
|
13
|
Skore Maksimum
|
23
|
Persentase
|
57 %
|
2. Daftar Inventaris SMAN 1 Pamekasan
Daftar inventaris ini adalah daftar
inventaris terakhir dari Laboratorium IPA SMAN 1 Pademawu.
A.
Laboratorium Kimia.
Daftar Alat Laboratorium Kimia
1.
Botol zat
2.
Pipet tetes Ukuran 20 cm.
3.
Pengaduk
Masing-masing Panjang 20 cm dan beriameter: 5 mm, 10 mm.
4.
Gelas beaker
Volume: 50 ml, 150 ml, dan 250 ml
5.
Gelas beaker
Volume: 500 ml, 1000 ml, dan 200ml.
6.
Labu Erlenmeyer
Volume 250 ml.
7.
Labu Takar
Volume: 50 ml, 100 ml, dan 1000ml.
8.
Pipet volum Volume: 5 ml dan 10 ml
9.
Pipet seukuran Volume 10 ml, 25ml, dan 50 ml.
10. Corong Diameter: 5 cm
dan 10 cm
11. Mortar
12. Botol semprot
13. Gelas ukur Volume: 50
ml, 100 ml, 500 ml, dan1000 ml.
14. Buret+klem
15. Statif+klem
16. Besi tahan karat, kuat, stabil, permukaan halus. Klem boss
clamp
17. Kaca arloji 10
buah/Lab Diameter 10 cm
18. Corong pisah
19. Alat destilasi Volume
labu 100 ml
20. Neraca 2 set/Lab Ketelitian 10 mg
21. pH meter 2 set/Lab
Ketelitian 0,2 (analog) dan 0,1(digital)
22. Centrifuge
23. Barometer 1 buah/Lab Untuk di dinding lab, dilengkapi dengan
thermometer.
24. Termometer Dapat mengukur suhu 0-1000 C
25. Pembakar spiritus
26. Kaki tiga+alas
27. kasa kawat
28. Stopwatch
29. Calorimeter tekanan
uap
30. Tabung reaksi
31. Rak tabung reaksi
32. Sikat tabung reaksi
33. Tabung centrifuge
34. Tabel periodic unsure
35. Model molekul
36. Soket listrik
37. Alat pemadam kebakaran
38. Peralatan P3K
Daftar Bahan
Laburatorium Kimia
1. Aseton, (CH3)2CO 500 ml
2. Etanol 95% C2H5OH 500
ml
3. Karbon teraklorida
CCl4 500 ml
4. Asam klorida HCl 36% 500 ml
5. Asam asetat pekat,
CH3COOH 500 ml
6. Amoniak, NH3 25% 500 ml
7. Sukrosa 500 g
8. Glukosa, C6H12O6 500 g
9. Fruktosa 500 g
10. Natrium klorida, NaCl 500 g
11. Natrium karbonat, Na2CO3.10 H2O 500 g
12. Ammonium klorida, NH4Cl 500 g
13. Natrium sulfat NaSO4 100 g
14. Asam sulfat, H2SO4
95-98% 500 ml
15. Tembaga(II) oksida, serbuk CuO. 2H2O 500 g
16. Kalsium karbonat, CaCO3 500 g
17. Kalium nitrat, KNO3 500 g
18. Timbal(II) nitrat, Pb(NO3)2 500 g
19. Kalsium hidroksida, Ca(OH)2 500 g
20. Belerang , serbuk S 500 g
21. Besi(III)klorida, FeCl3 500 g
22. Magnesium klorida,
MgCl2 500 g
23. Kalsium klorida, CaCl2.2 H2O 500 g
24. Barium klorida, BaCl2
2 H2O 500 g
25. Stronsium klorida, SrCl2.6H2O 500 g
26. Kalsium asetat,
(CH3COO)2Ca 500 g
27. Natrium asetat,
CH3COONa. 3 H2O 500 g
28. Di-natrium hidrogen
fosfat, Na2HPO4.12 H2O 500 g
29. Kalium dikromat (IV),
K2Cr2O7 500 g
30. Aluminium sulfat, Al2 (SO4)3 16 H2O 500 g
31. Amonium Sulfat, (NH4)2SO4 500 g
32. Tembaga(II) sulfat, CuSO4. 5H2O 500 g
33. Kalium iodida, KI 500 g
34. Tembaga(II) karbonat,
CuCO3. 2H2O 500 g
35. Natrium tiosulfat,
Na2S2O3.10 H2O 500 g
36. Kalium natrium
tartrat, COOK(CHOH)2COONa. 4 H2O 500 g
37. Hidrogen peroksida, 20% H2O2 500 ml
38. Timbal(II) sulfat,
PbSO4 500 g
39. Natrium iodida, NaI 250 g
40. Mangan(IV) oksida BG, endapan, MnO2 500 g
41. Kalium tiosianat, KSCN 500 g
42. Asam nitrat, HNO3 65-70% 500 ml
43. Seng sulfat, ZnSO4.7H2O 500 g
44. Magnesium sulfat, MgSO4.7 H2O 500 g
45. Besi(II)sulfat, FeSO4 500 g
46. Besi(III)sulfat, Fe2(SO4)3 250 g
47. Kalium bromida, KBr 250 g
48. Kalium iodat, KIO3 250 g
49. Natrium oksalat, (COONa)2 500 g
50. Kalium kromat (VI), K2CrO4 500 g
51. Barium hidroksida, Ba(OH)2. 8 H2O 500 g
52. Eter, C4H10O 500 ml
53. Yodium kristal, I2 100
54. Kalium permanganat,
KMnO4 500 g
55. Kalsium oksida, CaO
500 g
56. Karbon disulfida, CS2 500 ml
57. Gliserin T, propena,
1, 2, 3-ol 500 ml
58. Methanol, CH3OH 500
ml
59. Kalium hidroksida,
KOH 500 g
Alat-alat
rusak
1. Buret
2. Kondensor
3.
Labu takar
Bahan-bahan yang rusak
1. PbSO4
2. FeCl3
3. NaOH
4. CaCl2
5. Amoniyum
6. CuCl2 2H2O
7. CaCl O2
B.
Laboratorium Fisika
Daftar alat Laboratorium Fisika
1.
Timbangan
mikanik
2.
Timbangan
elektronik
3.
Neraca lengan
4.
Penggaris
5.
Mikrometer
sekrub dengan ketelitian 0,01 mm
6.
Jangka sorong
dengan ketelitian 0,1 mm
7.
Termometer
8.
Voltmeter
9.
Basicmeter
dengan kotak shunt
10.
Avometer
11.
Ticker timer
12.
Sumber tegangan
AC atau DC (dengan bentuk yang ada dalam KIT mekanika)
13.
Neraca 4 lengan
14.
Jangka sorong
15.
Multimeter
16.
Silinder
17.
Pegas
18.
Plat
19.
Bebamn berkait
20.
Statif
21.
Stopwatch
22.
Magnet U
23.
Magnet batang
24.
Magnet tapal
kuda
25.
Alat-alat optic
26.
Kumparan Faraday
27.
Set kontrol
tetap
28.
Kontrol tunggal
29.
Kontrol
berganda
30.
Prima
31.
Pita ketik
32.
Stopwatch
digital
33.
Stopwatch
diamond
34.
Set kereta
dinamika
35.
Seperangkat
kinematika
36.
Pegas
37.
Beban
38.
Dinamometer
39.
Bidang miring
40.
Kaki statif
C.
Laboratorium Biologi
Daftar alat Laboratorium Biologi:
1.
Torso manusia besar
2.
Torso manusia kecil
3.
Torso sistem pencernaan
4.
Torso sistem koordinasi
5.
Model mata
6.
Model telinga
7.
Model otak
8.
Carta sistem pencernaan
9.
Carta sistem pencernaan
10.
Carta sistem syaraf
11.
Carta koordinasi manusia
12.
Lup
13.
Alat bedah
Alat alat yang rusak:
1.
Mikroskop monukuler
2.
Mikroskop binukuler
3.
Mikroskop elektron
4.
Torso jantung
5.
Rangka
6.
Carta sistem ekresi
4.
Foto Hasil Observasi Laboratorium IPA SMAN 1
Pademawu.
Gambar
1. Sebagian alat dan bahan di laboratorium Kimia
|
Gambar
2. Sebagian alat dan bahan di laboratorium Fisika
|
Gambar
3. Sebagian alat dan bahan di laboratorium Biologi
|
Gambar
4. Mebeler dalam praktikum yang tersedia
|
Gambar
5. Kondisi Fentilasi, ruang gelap, instalasi air, dan pemadam kebakaran.
|
4.2
Pembahasan
Observasi Laboratorium IPA dilakukan
pada pukul 07.00 - 09.30 WIB pada hari
Jumat tanggal 27 November 2015 di Laboratorium IPA SMAN 1 Pademawu. Observasi
dilakukan dengan panduan dari pihak laboran sekolah. Pemandu observasi ini juga
dijadikan sebagai narasumber yaitu Bapak Moh Zainollah, S.Pd, Rachmad Zainal,
S.Pd, dan ibu Dra. Siti Fatimah.. Prosedur observasi ini adalah dengan
melakukan observasi langsung mengenai kelengkapan peralatan laboratorium,
kelengkapan administrasi laboratorium, tata kelola laboratorium, kepengurusan
laboratorium, kegiatan pengelolaan perawatan dan perbaikan serta pelaksanaan
seluruh kegiatan laboratorium. Peneliti melakukan observasi langsung mengenai
kelengkapan alat laboratorium dengan mengisikan hasil observasi pada table
daftar inventaris dengan panduan dari laboran.
Laboratorium Fisika, Bilogi, dan Kimia di SMAN 1
Pademawu dijadikan satu ruangan sehingga di sebut dengan Laboratorium IPA. Dalam
ruangan tersebut di pisah dalam dua bagian. Satu bagian alat dan bahan fisika
dan Biologi, sedangkan untuk bagian lainnya digunakan untuk ruang alat dan
bahan kimia. Hal ini karena bahan dan alat kimia yang cenderung sensitif dan
rawan sehingga diberikan bagian yang tersendiri. Namun tempat penyimpanan alat
dan bahan unuk fisika dan biologi dibedakan sesuai dengan bidangnya. Luas
laboratorium di SMAN 1 Pademawu yaitu 15 m x 12 m. laboratorium ini juga
memiliki ruang gelap. Laboratorium cukup luas ketika digunakan untuk praktikum
siswa. Luas laoratorium ini juga mampu menampung minimum satu rombongan
belajar. Di dalam ruang laboratorium ini juga tersedia sumber air bersih. Ruang
praktikum sudah ada fasilitas pencahayaan yang memadai. Jadi di Laboratorium SMAN
1 Pademawu ini hanya memiliki ruang praktikum dan ruang gelap, sedangkan
ruang pengelolaan, ruang penyimpanan dan
ruang persiapan tidak ada.
Di dalam ruang praktikum ini terdapat instalasi
listrik yaitu stopkontak dalam kondisi
baik. Instalasi air juga tersedia dalam ruang praktikum. Instalasi air ini
meliputi tempat cuci tangan 6 buah. Dalam laboratorium ini tidak tersedia
instalasi gas. Dalam laboratorium terdapat instalasi pembuangan sebanyak 2 buah
, kelimanya dalam kondisi baik. Sedanngkan fasilitas mebeler yang ada dalam
ruang praktikum yaitu kursi praktikum sebanyak 40 kursi yang sesuai dengan
kursi untuk laboratoriun. Selain itu, meja praktikum yang tersedia ada 12 buah
semuanya dalam keadaan baik. Ukurannya yaitu panjang 1.2 m dan lebar 0.5m dan
tinggi0.8m. Sedangkan untuk kursi dan meja demonstrasi tidak ada. Papan tulis
yang ada cukup memadai karena mampu dilihat dengan baik dari berbagai sudut
ruang laboratorium. Dalam laboratorium ini LCD tidak diletakkan di dalam
ruangan laboratorium dikarenakan kondisi LCD yang waktu itu dalam kondisi
perbaikan. Sedangkan ventilasi udara yang ada dalam laboratorium jendela yang
berjumlah 7 buah dalam keadaan baik. Terdapat sebuah pintu yang mengarah ke
luar. Namun untuk ruang Kimia arah pintu ke dalam. Fasilitas ruang praktikum
ini juga dilengkapi dengan kotak P3K dan fasilitas pemadam kebakaran sebanyak 3
buah.
Peralatan dan bahan laboratorium sudah disimpan
terpisah dalam almari tersendiri. Almari yang digunakan untuk penyimpanan alat
sudah cukup kuat dan aman jika digunakan
untuk menyimpan alat. Almari penyimpanan yang tersedia terbuat dari bahan yang
tidak mudah berkarat. Selain itu almari penyimpanan alat dan bahan yang
tersedia belum mampu menampung jumlah alat dan bahan praktikum, masih banyak alat
dan bahan praktikum yang belum disimpan di dalam lemari karena lemari yang
tersedia tidak cukup. Dalam penyimpanannya, alat dan bahan disimpan dipisahkan
berdasarkan bahan dasar pembuat alat seperti kelompok kaca dan logam. Selain
itu juga, alat dan bahan sudah dipisahkan tersendiri misalnya bahan - bahan
kimia yang bersifat asam yang mudah mempengaruhi logam.
Dalam laboratorium ini terdapat struktur organisasi
dan administrasi yang meliputi kepala laboratorium, tenaga laboratorium, jadwal
kegiatan, laporan kegiatan, absensi kehadiran praktikan, tidak adanya absensi
kehadiran guru, catatan penggunaan alat.
Dalam kelengkapan penyediaan dan penyiapan alat dan
bahan yang digunakan untuk praktikum meliputi meja persiapan yang kuat, stabil
dan aman, identifikasi alat dan bahan, pengecekan alat, kesiapan laboran menyiapkan bahan praktikum,
dan kesiapan laboran menyiapkan bahan praktikum. Hanya saja yang tidak memenuhi
yaitu tidak adanya ketersediaan meja persiapan, petunjuk penggunaan peralatan,
penuntun kegiatan praktikum, dan kelengkapan pendukung praktium.
Ketersediaan keselamatan kerja laboratorium meliputi
alat pemadam kebakaran, alat P3K, bahan berbahaya dan beracun, kesehatan dan
keselamatan diri, dan kondisi dan keamanan ruang laboratorium dalam kondisi
baik. Sedangkan yang tidak lengkapnya ketersediaan obat dan tidak adanya
prosedur untuk penanganan bahan berbahaya dan beracun.
Kebersihan ruang dan perabot laboratorium yang
meliputi tersediaannya tempat sampah, pembuangan limbah, pengecekan kebersihan sebelum
praktikum, pengecekan setelah praktikum, dan kebersihan meja, dan kursi.
Setelah dilakukan analisis data hasil observasi kita
dapat membandingkan antara laboratorium SMAN 1 Pademawu dengan laboratorium
ideal. Laboratorium adalah salah satu sumber belajar fisika di sekolah atau
sebagai salah satu fasilitas penunjang proses pembelajaran fisika di sekolah,
dan laboratorium dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai kompetensi
siswa yang menjadi tujuan proses pembelajaran fisika di sekolah. Laboratorium
fisika diberbagai sekolah dapat berbeda-beda satu dengan yang lainnya, baik
ditinjau dari aspek fasilitas fisik dan disain laboratoriumnya, maupun dari
aspek-aspek lainnya seperti bahan-bahan dan alat-alat laboratoriumnya, aspek
pengelolaan atau manajemennya maupun aspek kegiatannya. Perbedaan itu bisa
terjadi karena kemampuan setiap sekolah berbeda-beda dalam hal mencari,
menyediakan, mengelola dan memanfaatkan berbagai sumber daya terutama sumber
daya manusia dan sumber daya finansial (keuangan) yang dibutuhkan dalam
membangun laboratorium dengan segala fasilitasnya, pengadaan bahan-bahan dan
alat-alat laboratorium, pengelolaan (manajement), laboratorium, dan perencanaan
serta pelaksanaan kegiatan laboratorium.
Berdasarkan laboratorium ideal fasilitas ruangan
laboratorium terdiri dari ruang praktikum, ruang guru (ruang pengelolaan),
ruang persiapan, dan ruang penyimpanan. Berdasarkan observasi, ruangan yang
tersedia di Laboratorium hanya tersedian ruang praktikum yang disatukan
denganruang pengelolaan (guru), dan ruang penyimpanan alat dan bahan dari
laboratorium fisika dan biologi, hanya alat dan bahan kimia yang terpisahkan ke
dalam ruangan khusus. Tidak terdapat ruang persiapan untuk kegiatan praktikum.
Jika dilihat dari sisi fasilitas yang ada laboratorium
yang ideal harus terdapat instalasi air, gas, listrik, dan limbah dan pemadam
kebakaran sedangkan fasilitas yang ada di ruang praktikum SMAN 1 Pademawu hanya
terdapat instalasi air, instalasi listrik, instalasi limbah dan tidak ada
instalasi gas.
Laboratorium ideal seharusnya terdapat papan tulis dan
layar untuk LCD namun di Laboratorium SMAN 1 Pademawu tidak terdapat layar
untuk LCD yang mendukung proses pembelajaran dalam kegiatan praktikum. Selain itu idealnya suatu laboratorium
seharusnya memiliki fasilitas mebeler yang berupa meja dan kursi praktikum
untuk siswa, meja dan kursi demonstrasi untuk guru, loker penitipan tas dan
buku siswa serta lemari penyimpanan alat-alat praktikum. Sedangkan di Laboratorium SMAN 1 Pademawu tidak
tersedia kursi dan meja demonstrasi untuk guru dan loker penitipan tas dan buku
untuk siswa.
Dari segi kelengkapan peralatan laboratorium dapat
ditinjau dari dua aspek umum yakni fasilitas laboratorium dan alat-alat
laboratorium yang menunjang praktikum. Fasilitas laboratorium meliputi ukuran
dan denah ruangan, berbagai fasilitas inslatalasi laboratorium seperti
instalasi listrik, instalasi air, dan instalasi gas, serta berbagai fasilitas
mebeler laboratorium. Apabila dilihat dari segi ukuran ruangan laboratorium
SMAN 1 Pademawu dapat dikatakan sesuai dengan laboratorium ideal karena luas
ruangan praktikum adalah 180m2, apabila dibandingkan dengan luas
laboratorium ideal maka dapat dikatakan sudah sesuai.
Ditinjau dari ruangan pada laboratorium SMAN 1
Pademawu, apabila dibandingkan dengan laboratorium ideal maka belum dikatakan
sesuai, karean denah ruangannya tidak memenuhi persyaratan laboratorium ideal
yang seharusnya laboratorium tersebut tidak hanya memiliki ruangan praktikum, melainkan
harus ada ruang tempat penyimpanan, ruang guru, ruangan persiapan, wc, dan
ruang gelap.
Penyimpanan alat dan bahan praktikum yang ada pada
ruangan penyimpana susunannya sudah sesai dengan dengan kaedah penyusuna alat
dan bahan yakni diklasifikasikan berdasarkan bahan utama pembuatan, massa,
bentuk dan volume, pabrik pembuat, usia pakai, konsep fisika, fungsi atau
kegunaan. Tetapi masih terdapat sedikit kelemahan dalam penyimpanan alat dan
bahan praktikum hal ini disebabkan ruang penyimpanan yang tidak mencukupi intuk
meyimpan peralatan tersebut. Sehingga ada beberapa peralatan yang tidak
diletakkan pada lemari penyimpanan melainkan diletakkan dilantai, hal ini
sangat berbaya bagi alat, karean sangat riskan kontak fisik dengan alat.
Tata kelola laboratorium adalah kegiata pengelolaan
laboratorium yang diupayakan oleh pengelola laboratorium (laboran). Pengelolaan Laboratorium yang ideal meliputi
pemeliharaan kelancaran penggunaan laboratorium yang berupa jadwal yang jelas
mngenai penggunaan laboratorium, tata tertib laboratorium yang dilaksanaka
dengan tertib, serta laboratorium yang harus selalu dalam keadaaan siap pakai.
Dalam kegiatan pengelolaannya, laboratorium juga masih
kurang sesuai dengan laboratorium fisika standar. Pemeliharaan alat dan bahan
yang ada dalam laboratorium ini meliputi selalu menata kembali alat dan bahan
setelah digunakan untuk kegiatan praktikum dan juga membersihkannya terlebih
dahulu. Tetapi dalam laboratorium ini kelayakan peralatan laboratorium tidak
selalu dipantau oleh pengelola laboratorium dan tidak ada laporan secara
periodik mengenai kerusakan alat dalam laboratorium ini. Jadi kegiatan
pengelolaan perawatan dan perbaikan di laboratorium SMAN 1 Pademawu ini belum
sepenuhnya sesuai dengan standar.
Jika ditinjau dari segi kepengurusan laboratorium, telah
ada struktur organisasi laboratorium secar tertulis. Dalam laboratorium ini
terdapat kepala laboratorium, tetapi tidak terdapat teknisi laboratorium dan
terdapat tenaga laboratorium atau laboran secara tertulis. Pada laboratorium ini terdapat rencana pengelolaan
laboratorium dan susunan rencana pengembangan laboratorium dan juga tidak
terdapat Prosedur Operasi Standar (POS) kerja laboratorium. Dalam
administrasinya laboratorium ini sudah menyusun jadwal kegiatan laboratorium
dan susunan laporan kegiatan laboratorium. Tetapi belum ada rincian dan rumusan
yang jelas mengenai tugas dan wewenang pengurus laboratorium,seperti kepala
sekolah, kepala laboratorium dan pengurus-pengurus lainnya. Kepengurusan
laboratoriumini bisa dikatakan belum sesuai dengan laboratorium standar karena
tidak ada jadwal kerja tekhnisi dan laboran, kebutuhan bahan, peralatan, suku
cadang laboratorium belu direncanakan dengan baik, tidak ada laporan kegiatan
praktikum secara periodik, tidak ada kegiatan evaluasi program untuk perbaikan
laboratorium, tidak ada buku yang mencatat kerusakan alat serta tidak ada buku
laporan keseluruhan kegiatan praktikum
secara periodik. Tetapi disisi
administrasi memang sudah ada buku absensi kehadiran praktikan di ruang
laboratorium dan buku tentang penggunaan alat. Namun hal-hal tersebut belum
memenuhi pengadministrasian dan pengelolaan laboratorium standar, karena ada beberapa hal yang belum dilakukan
dan disediakan oleh laboratorium IPA SMAN 1 Pademawu.
Jika ditinjau dari pengelolaan laboratorium dari sisi
keselamatan kerja laboratorium sduah hampir mendekati laboratorium Fisika
standar. Pada laboratorium ini tersedi alat pemadam kebakaran yang mudah
dioperasikan. Tersedia pula peralatan PPPK. Namun sayangnya belum tersedia kelengkapan
dari obat obatan yang sesuai standar pengunaan di laboratorium. Keselamatan
dalam menggunakan peralatan laboratorium selalu dipantau oleh pihak
laboratorium. Bahan berbahaya dan beracun juga selalu dipantau dan setiap
individu di laboratorium diharuskan menjaga keselamatan lingkungan kerja.
Pengelolaan di sisi kebersihan ruang dan perabot
laboratorium sudah cukup baik dan sesuai dengan standar. Pada laboratorium tersebut
tersedia tempat sampah. Limbah hasil praktikum dalam laboratorium tersebut
sudah dapat teratasi dengan baik. Peralatan laboratorium sudah tertata rapi
dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Hanya saja perlunya dilakukan
pengecekan kebersihan setelah dilakukan praktikum di laboratorium dan perabotan
seperti meja dan kursi juga dalam keadaan bersih. Jadi bisa dikatakan dalam
pengelolaan keberisah ruang laboratorium dan alat praktikum sudah cukup ideal
walaupun masih bisa dimaksimalkan lagi.
Mengenai seluruh pelaksanaan kegiatan laboratorium
belum sesuai dengan laboratorim standar. Standarnya praktikum itu dilaksanakan
minimal 1 minggu sekali tetapi kenyataannya di laboratorium SMAN 1 Pademawu ini
tidak melaksanakan praktikum secara rutin, bahkan berdasarkan responden tidak
ada program semester laboratorium, jadi kegiatan praktikum siswa dilakukan
dalam waktu yang tidak tentu, karena berdasarkan responden, responden
menyatakan ada beberapa kegiatan praktikum yang hanya dilakukan demonstrasi di
depan kelas oleh guru Fisika. Penggunaan laboratorium di sekolah ini tidak
dilakukan kegiatan praktikum yang disesuaikan dengan jadwal penggunaan
laboratorium yang ada. Meskipun sudah ada jadwal khusus yang mengharuskan ada
kegiatan praktikum. Dalam pelaksanaan kegiatannya, laboratrium ini tidak
melakukan kerja sama dengan sekolah lain dalam penggunaannya serta laboratorium
ini tidak dimanfaatkan untuk penelitian melainkan hanya digunakan untuk
kegiatan pembelajaran. Jadi pelaksanaan seluruh kegiatan SMAN 1 Pademawu ini
belum sesuai dengan laboratorium standar.
Dalam pelaksanaan kegiatan praktikum di laboratorium
ini juga bisa dikatakan belum sesuai dengan laboratorium standar. Meskipun,
sudah ada kegiatan laboratorium standar yang sesuai dengan laboratorium
standar. Dalam kegiatan praktikum laboran yang menyiapkan bahan praktikum,
laboran juga menyiapkan peralatan praktikum tetapi laboran tidak menyiapkan
penuntun kegiatan praktikum serta laboran juga tidak menyiapkan kelengkapan
pendukung praktikum seperti lembar kerja, lembar rekam data dan lain-lain.
Karena selayakna laboratorium yang ideal itu laboran atau tim guru mata
pelajaran menyediakan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium dan buku
penuntun praktikum.
Secara umum untuk di SMAN 1 Pademawu untuk fasilitas
dan sarana prasarana sudah dapat dikatakan laboratorium ideal, dan dapat masih
dimaksimalkan lebih baik lagi, namun untuk pengadministrasian dan pengelolaan
belum cukup dikatakan ideal.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil observasi serta pembahasan yang telah dilakukan
dapat disimpulkan:
1. Pengelolaan
laboratorium di SMAN 1 Pademawu harus di perbaiki dan di lengkapi
lagi.
2. Dari sisi kelengkapan alat dan bahan di
laboratorium SMAN 1 Pademawu masih harus dilakukan pengecekan secara
kontinu karena ketersediaannya tidak ada karena telah banyak yang rusak.
3. Untuk kelengkapan administrasi di laboratorium SMAN 1 Pademawu telah
lengkap hanya kurang absensi untuk guru.
4. Tata kelola dan kepengurusan laboratorium SMAN 1 Pademawu sudah baik, hanya
perlu peningkatan dan rincian tugas dan wewenang kepengurusan laboratorium yang
lebih jelas lagi.
5. Kegiatan pengelolahan dan perawatan sudah cukup baik dalam pelaksanaan
praktikum. Namun perlunya pengetahuan pengelolahan laboratorium yang sesuai
dengan prosedur, sehingga pelaksana tekhnis kegiatan laboratorium berfungsi
sesuai standart dan terjaga keberlanjutan fungsinya.
6.2 Saran
Dalam kehidupan tidak ada yang sempurna, begitu pula
dalam manajemen laboratorium di SMAN 1 Pademawu. Pasti ada
kekurangan dan kelebihannya. Kekuranganpun tidak serta merta begitu saja
terjadi, ada banyak faktor yang membuat manajemen laboratorium ini terdapat
kekurangan. Namun kesempurnaan dapat diusahakan, sehingga dengan adanya
pengecekan, perbaikan, kelengkapan dan perawatan secara kontinu yang dilakukan
diharapkan menjadikan laboratorium di SMAN 1 Pademawu menjadi laboratorium yang
ideal demi kelancaran proses belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Anshory Muhammad, Laporan Observasi Pengelolahan
Laboratorium. Bandarlampung, Universitas Bandarlampung, 2013.